Manusia 18 September

Hari ini saya berulang tahun, atau tiga bulan dari sekarang hari (mungkin saja) spesial itu datang. Saya tidak pernah benar-benar tahu, dan orang tua saya juga tidak tahu. Saya mungkin satu di antara anak-anak 90an yang tidak tahu pasti hari lahirnya.

Catatan lama tentang diri saya berada di kartu yang dulu disebut Nopen (mungkin istilah ini hanya digunakan di daerah saya dan saya malas untuk mencari tahu kebenarannya). Dalam Nopen saya lahir 6 Desember, tetapi dari kesaksian orang tua saya tanggal itu palsu. Mengingat suasana semrawut saat pembuatannya dan betapa enggannya mereka untuk kembali hanya untuk membenarkan tulisan di selembar kartu. Mereka lebih memprioritaskan pergi ke sawah untuk menyambung hidup, memberi makan anak-bini, daripada membetulkan salah ketik padu selembar kertas yang tak terlalu berarti.

Namun, Ibu saya masih ingat saat ia melahirkan saya di malam Kamis, dan Ayah saya mengenangnya dengan angka 18, entah di bulan apa itu masih menjadi misteri.

Satu dari dua belas bulan dalam satu tahun pada tanggal 18, saya lahir. Dua belas kemungkinan itu diperkecil menjadi dua setelah saya masuk TK. Ayah saya dengan ingatannya, menulis di formulir pendaftaran bahwa saya lahir di bulan terakhir. Desember. Tetapi Ibu Guru pertama saya salah mengetiknya menjadi September. Hal itu terus berulang sampai saya mendapatkan ijazah TK, kemudian masuk MI (sederajat dengan SD). Mereka mengambil informasi data diri saya dari ijazah TK, sehingga saya lulus dan mendapatkan ijazah MI dengan tanggal lahir 18 September. Masuk MTS (sederajat dengan SMP). Lagi-lagi sekolah mengambil informasi data diri dari ijazah MI saya. Begitupun saat masuk MA (sederajat dengan SMA). Sampai pada hari di mana saya harus mempunyai kartu tanda penduduk, saya terpaksa menulis 18 September itu di data diri pada KTP saya.

Sekarang, ketika saya hendak mencari tahu tanggal lahir saya yang sesungguhnya, semuanya sudah terlambat. Orang tua saya tidak ingat lagi (tepatnya tidak bisa memberikan kesaksian yang bisa dipercaya) bahwa saya lahir di bulan Desember, dan saya tahu bulan yang terketik di ijazah dan KTP saya adalah hasil dari salah tulis.

Hal tersebut membuat saya berspekulasi macam-macam. Apakah tanggal 18 itu benar tanggal lahir saya, atau yang tertulis di Nopen itu yang sebenarnya? Saya juga ingat samar-samar bulan kelahiran saya pernah ditulis November, entah di lembar data diri yang mana. Kemudian, apakah tahun kelahiran saya juga salah ingat, ketik, sehingga menjadi tahun kelahiran palsu?

Data diri saya semuanya palsu, kecuali nama, dan apakah itu berpengaruh besar pada kehidupan saya?

Saya mungkin terbebani dengan ketidak jelasan tanggal lahir tersebut, tetapi saya tidak mau memedulikannya. Saya lahir di lingkungan di mana tanggal lahir bukanlah sebuah hal penting dan tidak patut dirayakan. Sampai sekarang pun, tidak pernah ada perayaan ulang tahun untuk saya, atau hanya sekedar memberi ucapan selamat. Di sekolah pun saya tidak pernah menerima lemparan tepung atau telur. Mungkin teman-teman saya tanpa sadar merasa tanggal lahir saya yang ditulis di data diri palsu, sehingga mereka lebih suka melempar tepung dan telur pada teman lain yang tanggal lahirnya asli.

Mungkin, tidak, sebenarnya saya pernah mendapatkan ucapan selamat ulang tahun (hari ini saya juga mendapatkanya) dari teman, tetapi teman yang tidak pernah sekalipun saya jumpai. Mereka bisa disebut teman maya, atau teman internet, tetapi apakah arti ucapan selamat seperti itu, ketika diri saya tidak yakin kapan saya lahir?

Saya lahir tanggal 18 September, meski itu palsu, tetapi data diri saya tertulis seperti itu. Orang-orang yang saya temui akan mengenal saya sebagai manusia yang lahir di 18 September, dan saya akan menulis tanggal dan bulan tersebut saat mengisi data diri yang mengharuskan menulis tanggal lahir.

Saya adalah manusia 18 September, meski mungkin, saya tidak lahir di tanggal dan bulan tersebut.

SELAMAT ULANG TAHUN.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s