Tinju Para Gadis

Saya pikir, akan sangat menyenangkan memberi judul yang bertolak belakang dengan isi ceritanya. Apalagi dalam cerita tersebut masih ada kontradiksi yang mencolok. Pasti akan membuat pembaca kesal dibuatnya, tetapi saya malah tidak bisa kesal ketika hal tersebut diterapkan pada video musik AKB48. Seakan mata objektivitas saya disubstitusi sempurna oleh subjektivitas, atau memang video musik ini berada di urutan teratas dari daftar terbaik AKB. Entah.

Dengan judul lagu Bokutachi wa Tatakawanai (yang bisa diartikan: kami tidak akan bertarung), justru sebagian besar video musiknya memperlihatkan adegan pertarungan yang sengit. Bukan hanya itu saja, ada beberapa bagian yang kiranya lucu dan menghibur, atau hanya sekeder lelucon konyol dari sutradaranya. Saya jadi bertanya-tanya, ia ingin menampilkan adegan aksi yang keren atau hanya ingin nge-troll para penonton?

Panggung peragaan busana.

Si terbunuh.

Adegan dimulai dengan acara peragaan busana dari anggota baris depan AKB, lalu si perancang muncul menggunakan helm yang mengingatkan saya pada Astronaut Bob O (salah satu karakter di game Vigilante 8: 2nd Offense, PSOne). Seorang anak kecil kemudian naik panggung, memberikan bunga pada perancang terebut. Setelahnya, ada tembakan laser yang langsung menewaskan perancang tadi. Kasihan, baru tampil langsung mati.

Pasukan hitam.

Tembakan tadi dilakukan oleh pasukan hitam. Dengan senjata sinar laser dan lightsaber, asumsi saya segera mengarah ke invasi alien. Lucunya, apa keuntungan alien ini dengan menyerang peragaan busana, bukan pangkalan militer atau pusat pemerintahan? Atau jangan-jangan, alien ini iri dengan baju-baju artistik ciptaan manusia sehingga ingin menjarahnya (apa coba ini?).

Galau memikirkan DL cerpen sementara ide belum juga datang (apa coba?).

Jurina bermain dengan anak kecil.

Paruru.

Baris depan single ke-40 AKB48.

Adegan berlanjut dengan latar kumuh, seperti setting distopia. Ada lima anggota AKB di sini dan anak kecil tadi yang diselamatkan oleh Paruru (Shimazaki Haruka). Semuanya tampak tidak punya semagat, hanya Jurina yang tampak bermain dengan anak kecil tersebut, dan Paruru yang memegang jam saku. Wajahnya kemudian jadi keras. Ia berdiri dan memperlihatkan wajah dengan tekat bulat, seakan ingin kembali mengambil baju-baju bagus yang diambil pasukan hitam (apa coba?).

Edit

Ada yang terbang.

Paruru mengamuk.

Sakura tidak ketinggalan.

Pukulan di udara.

Tendangan dua kaki.

Paruru mencari mangsa lain.

Kemudian, adegan paling panjang muncul diiringi lagu. Adegan pertarungan antara member AKB dan pasukan hitam. Saya memberikan perhargaan yang tinggi untuk adegan aksi di sini, karena berhasil menampilkan pertarungan yang seru dan berimbang kiranya. Awalnya, anggota AKB berpakaian hitam dengan kulit putih mulusnya, menerjang prajurit hitam, menghajar mereka dengan tongkat atau tangan kosong.

SKE jatuh.

NMB juga.

Apalagi AKB.

Nona no. 1 kena bogem mentah.

GM (mantan).

Setelah mengalahkan beberapa musuh, anggota AKB kalah satu persatu, yang terakhir kalah adalah Paruru. Di sini, kulit mulus tadi telah berubah. Ada noda, memar, luka, darah, bahkan rambut yang tadinya indah menjadi kusut. Detail kecil yang kiranya memberikan sebuah kesan nyata bahwa mereka sedang terlibat dalam pertarungan.

Bangkit setelah jatuh.

Kepompong?

Berusaha bangkit.

AKB bangkit.

SKE juga bangkit.

NMB tidak ketinggalan.

HKT ….

Baris depan.

Kemudian, seperti sebuah aturan tak tertulis, pahlawan harus dibuat terpojok terlebih dahulu sebelum bangkit dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya. Mereka pun dihajar habis-habisan sebelum bangkit kembali dengan kekuatan baru. Dalam adegan ini ada selipan adegan lain yang kiranya menyimbolkan kepompong yang telah menetas.

Memukul habis-habisan.

Menangis.

Pada adegan akhir, Paruru menghajar ketua prajurit hitam dengan membabi buta, kemudian menangis melihat ketua itu tak berdaya di bawah pukulannya. Seakan memberi kesan, kenapa mereka harus bertarung seperti ini? Kenapa ada perang? Kenapa semua ini terjadi? Yang kiranya pertanyaan tersebut berhubungan dengan judul lagu yang diputar sepanjang pertarungan. Hal yang jarang saya temui pada musik video AKB48 dkk ataupun rivalnya yang punya jalan cerita.

Bernyanyi.

Menari.

Hal menarik lainnya adalah selipan adegan saat pertarungan. Mereka berdiri diam sambil bernyanyi dengan gaun putih berdekorasi sayap kecil di punggung, dan menari dengan pakaian hitam dengan aksesoris mirip tanduk di kepala tanpa bernyanyi, yang kiranya kedua hal tersebut menyimbolkan baik dan jahat, malaikat dan setan, dan dipakai oleh orang yang sama (anggota AKB) memberi kesan bahwa sesungguhnya semua orang (termasuk pasukan hitam) punya dua sisi tersebut di dalam dirinya. Cuma, kadar yang mana yang lebih kental akan menentukan baik atau jahat orang tersebut. Selain itu, dengan pakaian hitam mereka menari dan dengan pakaian putih berdiri diam serta bernyanyi, ada sedikit pesan tersirat bahwa era sekarang yang berbuat jahat itu kebanyakan dilakukan dengan tindakan, sementara perbuatan baik hanya diucapkan saja. Dinyanyikan ibarat hiburan belaka.

Senam pagi.

Pagi senam.

Lucunya, ada selipan adegan lain yang memperlihatkan anggota AKB menari kaya anak SD berbaju training (dalam pandangan pribadi saya). Saya tidak tahu kenapa sutradaranya menampilkan adegan ini, mungkin sebagai simbol anak kecil, di mana saat itu mereka tidak tahu mana yang baik dan jahat, hanya suka bermain sepanjang waktu yang diibaratkan dengan menari sesuka hati. Mungkin.

Saya berharap kedepannya, AKB dan saudari-saudarinya memperbanyak video musik semacam ini, dengan cerita berlapis makna di dalamnya, bukan adegan menari dan bernyanyi bersama dengan pakaian warna-warni atau seragam sekolah. Saya ingin lebih dari itu, agar saya bisa mengambil beberapa hal yang kiranya cocok diimplementasikan dalam cerita yang akan saya tulis. Semacam bahan tulisan dari tempat yang tak terduga, kiranya demikian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s