Pertanyaan di depan Soto Babat

​”Siapa tokoh fiksi favoritmu?”

Pertanyaan itu muncul setelah dua piring soto babat di depan kami tandas. Pertanyaan yang kiranya kurang cocok di ajukan pada saat ini, dengan kegerahan yang sudah mencapai batas. Entah apa yang dipikirkan Adhy sehingga ia mengusulkan untuk pergi ke pusat pasar, duduk di warung makan yang sedikit sesak, dengan aroma peluh dan makanan yang berbaur jadi zat semi-adiktif. Hidungmu senang saat membaui aroma gurih makanan, pada saat yang sama benci pada bau peluh yang ikut hinggap di syarafnya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Makan Bakso

​Kami sering makan berdua, sesering agenda makan itu sendiri dalam sehari. Namun, pada bulan terakhir di tahun ini—karena kesibukan masing-masing—kami baru bisa makan bersama setelah lima hari berlalu. Mengalahkan rekor empat hari tanpa makan bersama pada bulan Agustus kemarin.

Baca lebih lanjut

Tinju Para Gadis

Saya pikir, akan sangat menyenangkan memberi judul yang bertolak belakang dengan isi ceritanya. Apalagi dalam cerita tersebut masih ada kontradiksi yang mencolok. Pasti akan membuat pembaca kesal dibuatnya, tetapi saya malah tidak bisa kesal ketika hal tersebut diterapkan pada video musik AKB48. Seakan mata objektivitas saya disubstitusi sempurna oleh subjektivitas, atau memang video musik ini berada di urutan teratas dari daftar terbaik AKB. Entah.

Baca lebih lanjut