Pertanyaan di depan Soto Babat

‚Äč”Siapa tokoh fiksi favoritmu?”

Pertanyaan itu muncul setelah dua piring soto babat di depan kami tandas. Pertanyaan yang kiranya kurang cocok di ajukan pada saat ini, dengan kegerahan yang sudah mencapai batas. Entah apa yang dipikirkan Adhy sehingga ia mengusulkan untuk pergi ke pusat pasar, duduk di warung makan yang sedikit sesak, dengan aroma peluh dan makanan yang berbaur jadi zat semi-adiktif. Hidungmu senang saat membaui aroma gurih makanan, pada saat yang sama benci pada bau peluh yang ikut hinggap di syarafnya.

Baca lebih lanjut